investigasibhayangkara.com
Kamis, 23 Oktober 2025
Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, menegaskan tekadnya agar Aceh tidak lagi bergantung pada pasokan telur ayam dan pakan ternak dari Medan, Sumatera Utara.
Menurutnya, Aceh harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dengan membangun industri peternakan yang mandiri dan berkelanjutan.
“Kita tahu belakangan ini sangat tergantung dengan Medan—telur, pakan, dan lain sebagainya. Jadi kita tidak mau tergantung 100 persen kepada mereka. Sudah saatnya kita punya sikap,” tegas Mualem.
Pernyataan tersebut disampaikan usai jamuan makan malam dan ramah tamah bersama pimpinan serta anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Restoran Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh.
Lebih lanjut, Mualem mengungkapkan bahwa upaya mengurangi ketergantungan ini akan diwujudkan melalui kerja sama dengan investor asal Tiongkok yang berencana menanamkan modal di sektor peternakan ayam dan produksi telur di Aceh Besar.
Proyek tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 150 hektare dengan nilai investasi sekitar 130 juta dolar AS.
“Kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri. InsyaAllah, mereka (investor Cina) sudah berminat untuk pengembangan telur ayam dan ayam gulai,” kata Mualem.
Menurutnya, produksi telur hasil investasi ini nantinya akan memiliki kandungan gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok usia, seperti bayi, anak-anak, dan orang dewasa.
Targetnya, pabrik dan fasilitas produksi akan mulai beroperasi pada tahun 2027.
“Telur ini akan menjadi produk unggulan dunia, karena gizinya disesuaikan untuk setiap usia, terutama anak-anak,” jelasnya.
Selain membahas sektor peternakan, Mualem juga memaparkan rencana kerja sama di bidang penerbangan hasil kunjungannya ke Timur Tengah.
Ia menyebut akan ada pembentukan Aceh Airlines untuk memperkuat konektivitas udara, terutama bagi jamaah haji dan umrah agar bisa terbang langsung dari Aceh ke Arab Saudi.









