SEMARANG — Ada kalanya masyarakat bukan membutuhkan proses yang rumit, melainkan informasi yang jelas dan seseorang yang siap membantu ketika mengalami kebingungan. Kebutuhan tersebut menjadi perhatian dalam pelayanan di Samsat Semarang 2, yang terus mengedepankan pendekatan ramah, komunikatif, dan humanis kepada wajib pajak.
Kehadiran Duta Pelayanan Ditlantas Polda Jawa Tengah turut menjadi bagian dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat. Wajib pajak dapat memperoleh informasi mengenai persyaratan, mendapatkan arahan terkait alur pelayanan, hingga diarahkan menuju loket sesuai kebutuhan pengurusan.
Pendampingan tersebut menjadi penting bagi masyarakat yang belum terbiasa mengurus administrasi kendaraan. Ketika ada tahapan yang belum dipahami, wajib pajak dapat bertanya langsung kepada petugas sehingga informasi yang diterima lebih jelas dan proses dapat diikuti secara tertib.
Ramah dalam menyapa, jelas dalam menjelaskan, dan sigap ketika membantu. Tiga hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman pelayanan yang ingin dibangun melalui interaksi antara petugas dan masyarakat.
Pelayanan yang humanis juga memberikan ruang bagi wajib pajak untuk memperoleh pemahaman, bukan sekadar menyelesaikan administrasi. Masyarakat diharapkan mengetahui persyaratan dan tahapan yang harus dilalui, sehingga dapat mempersiapkan kebutuhan sebelum maupun saat berada di lokasi pelayanan.
Pamin STNK Samsat Semarang 2, Ipda Ribut Hadi Handoko, mengatakan bahwa petugas berupaya memberikan pelayanan yang mudah dipahami dan sesuai prosedur.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan merasa terbantu ketika datang ke Samsat. Apabila ada yang belum dipahami, jangan ragu bertanya kepada petugas. Kami siap memberikan arahan sesuai tahapan pelayanan yang berlaku,” ujarnya, selasa (1/9).
Samsat Semarang 2 berlokasi di Jl. Setiabudi No.110, Banyumanik, Kota Semarang. Masyarakat yang akan melakukan pengesahan maupun perpanjangan STNK disarankan mempersiapkan dokumen dan memastikan persyaratan sesuai jenis layanan sebelum datang.
Jangan biarkan kebingungan membuat urusan tertunda. Datang dengan persiapan, tanyakan apa yang belum dipahami, dan ikuti arahan petugas sesuai prosedur.
Pada akhirnya, pelayanan publik yang baik bukan hanya diukur dari proses administrasi, tetapi juga dari bagaimana masyarakat mendapatkan informasi yang benar, arahan yang jelas, dan pengalaman pelayanan yang nyaman.
Lebih dekat dalam melayani, lebih ramah dalam berkomunikasi, dan lebih mudah dipahami masyarakat. Itulah semangat pelayanan yang terus diupayakan Samsat Semarang 2 bagi wajib pajak. (Hd)



