investigasibhayangkara.com
sabtu, 18 Oktober 2025
Bireuen – Nasib pilu dialami Afwadi, warga Dusun Tgk. Teumbili, Desa Kuta Baro, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen. Rumahnya hancur berkeping-keping akibat angin kencang yang melanda kawasan tersebut pada Sabtu, 7 Juni 2025 sekitar pukul 15.00 WIB.
Sejak peristiwa itu, Afwadi bersama istri dan tiga anaknya — salah satunya penyandang disabilitas — terpaksa tinggal di tenda seadanya di halaman rumah yang telah rata dengan tanah. Kondisi mereka kini sangat memprihatinkan, apalagi saat hujan dan angin kembali datang.
Afwadi menuturkan, sesaat setelah kejadian, Bupati Bireuen sempat meninjau lokasi dan berjanji akan segera membangun kembali rumahnya. Namun, hingga kini janji tersebut belum terealisasi.
“Saat kunjungan Bupati dan rombongan, saya tidak salah dengar, rumah saya segera akan dibangun. Tapi sampai hari ini, saya dan keluarga masih bertahan di tenda reyot ini,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (18/10/2025).
Sementara istrinya, Maulida, menuturkan bahwa jika hujan turun, mereka harus menumpang di rumah tetangga atau saudara. Sambil berurai air mata, Maulida berharap agar pemerintah menepati janji dan segera membangunkan mereka rumah layak huni.
“Kami mohon, tahun ini bisa dibangun seperti yang dijanjikan Bupati saat datang ke sini,” pintanya.
Keuchik Desa Kuta Baro, Junaidi, membenarkan adanya janji tersebut. Ia mengatakan bahwa pihak desa telah mengajukan permohonan bantuan rumah layak huni untuk keluarga Afwadi ke Baitul Mal Bireuen, namun diarahkan ke Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim).
“Kami akan kembali cek ke Perkim untuk mengetahui sejauh mana prosesnya. Karena Afwadi ini warga miskin dan sangat membutuhkan bantuan,” ujar Junaidi.
Kepala Dinas Perkim Bireuen, Fadli Abdullah, saat dikonfirmasi oleh Awak Media,menjelaskan singkat bahwa pembangunan rumah Afwadi kemungkinan masuk dalam anggaran tahun 2026.
“Saya cek dulu, kemungkinan naik di tahun 2026 di Dinas Perkim,” katanya singkat.
Sementara itu, Bupati Bireuen H. Mukhlis SH belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi oleh Awak Media terkait hal ini hingga berita ini diterbitkan.
Tim IBI Provinsi Aceh






