Investigasi bhayangkara com =
JAKARTA //– Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Korps Samapta Bhayangkara (Korsabhara) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem pengamanan objek vital nasional (Obvitnas).
Kali ini, Dirpamobvit Baharkam Polri membuka Bimbingan Teknis (Bintek) Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Obvitnas yang melibatkan DCC dan Server SCADA Bali, serta Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) dan Unit Induk Distribusi (UID) Bali.
Pembukaan bintek dilaksanakan di ruang rapat Bougenville UID Bali pada hari Senin, 23 Juni 2025. Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Pamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol Suhendri, didampingi Kombes Pol Bermen J.P. Sianturi, Ketua Tim AKBP Khairul Aji Wijayatsi, Sekretaris Drs. Sutrisno Dewo Gonomurti, serta anggota Drs. Sukarto dan Widyatno.
Turut hadir dalam bintek tersebut sejumlah pejabat penting dari PLN dan pihak terkait, antara lain Bapak Eric Rossi Priyo Nugroho selaku GM UID Bali, Ibu Detty Elviany selaku VP Keamanan Corporate, Bapak Jhon Efendi selaku Manager Keamanan PLN Pusat, Bapak Anak Agung Bagus Raka Direktur PT Karya Dewata Abadi selaku Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), seluruh Senior Manager (SRM) PLN UID Bali, Manager UP2D Bali beserta jajaran, serta Manajer K3L dan Keamanan beserta Tim Biro K3L & Keamanan PLN UID Bali.
Brigjen Pol Suhendri menyampaikan bahwa pembukaan kegiatan bimbingan teknis ini bertujuan utama untuk memberikan pemahaman dan keterampilan yang mendalam dalam melaksanakan Sistem Manajemen Pengamanan. Hal ini krusial untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasional objek vital nasional, khususnya yang berkaitan dengan sistem kelistrikan di Bali.
“Alhamdulillah, kegiatan bintek atau kegiatan bimbingan teknis dalam penerapan SMP berjalan lancar, dimana kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan bagi Obvitnas bersama DCC dan Server SCADA Bali, UP2D Bali, UID Bali,” ungkap Brigjen Pol Suhendri.
Pelaksanaan bintek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas personel terkait dalam mengelola risiko keamanan serta menerapkan standar pengamanan yang optimal pada Obvitnas di Bali, yang memegang peran vital dalam stabilitas energi dan perekonomian daerah.
TW1/ Red









