Kasus Dempel Berdarah: Adityas Tewas Dikeroyok 15 Orang, Polisi Tangkap Dua Pelaku di Solo

SEMARANG – Kasus pengeroyokan berujung maut di kawasan Dempel, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, menggemparkan warga.
Korban diketahui bernama Adityas, tewas setelah dianiaya secara brutal oleh sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah 15 orang, salah satunya adalah MT, yang merupakan suami dari adik korban sendiri, KJP.

Orangtua korban, Sunardjo, menyampaikan bahwa pelaku MT dikenal dekat dengan keluarga korban dan sering diberi bantuan oleh Adityas.

“Setiap MT butuh uang selalu diberi oleh Adityas, karena anak saya orangnya baik. Tapi dia malah tega, bersama teman-temannya menganiaya anak saya sampai meninggal. Saya berharap mereka dihukum seberat-beratnya,” ujar Sunardjo dengan suara bergetar saat ditemui di rumah korban, Rabu (5/11).

Dari keterangan para saksi, peristiwa nahas itu terjadi pada hari minggu malam pukul 21.00 Wib, bermula ketika Muhammad Rifki, salah satu saksi, bersama Wulan (adik korban) melintas di Jalan Tambak Dalem dan tanpa sengaja bertemu By, yang sedang berboncengan dengan mantan istri Rifki, Ad.
Rifki mengaku hanya ingin menanyakan perihal surat cerai, namun By justru melarikan diri. Tak lama kemudian, At, teman By, menghubungi Rifki dan mengajaknya bertemu di terowongan Dempel.

“Saya datang ke terowongan, tiba-tiba ada orang turun dari motor langsung memukul saya sampai jatuh. Wulan melindungi saya dan menyuruh saya pulang. Saat saya pulang itu, Adityas datang bersama dua temannya, Dody dan Pras, ke lokasi,” jelas Rifki.

Menurut Wulan, sesaat setelah Adityas tiba di lokasi, korban ditabrak dari belakang oleh By dan At, lalu dikeroyok ramai-ramai.

“Adityas dipukuli, lalu dilempar ke sungai dan masih dilempari batu dan balok sampai tidak bergerak,” ujar Wulan sambil menahan tangis.

Saksi lain, Dody, yang juga menjadi korban pemukulan, membenarkan bahwa kelompok pelaku datang secara berombongan.

“Saya datang bersama Adityas. Rifki sudah pulang. Tiba-tiba datang rombongan pelaku, sekitar 15 orang. Kami dipukuli, saya kena balok di punggung, sementara Adityas terus dipukuli dan akhirnya dimasukkan ke sungai. Setelah di sungai, dia masih dilempari batu dan kayu,” ungkap Dody.

Kapolsek Pedurungan, AKP Felix, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia tersebut.

“Polisi sudah mengamankan dua pelaku berinisial MT (24) dan AT (22), di daerah Solo pada hari Senin (3/11). Keduanya kini ditahan di Polsek Pedurungan dan menjalani pemeriksaan intensif,” jelasnya, Rabu (5/11).

Menurut AKP Felix, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga korban dan warga sekitar lokasi kejadian.

“Korban Adityas sempat dibawa ke RS Bhayangkara dan dinyatakan meninggal oleh tim medis. Sedangkan Dody dirawat di RS Pantiwiloso karena mengalami luka berat,” tambahnya.

Hingga kini, aparat Polsek Pedurungan bersama tim Reskrim Polrestabes Semarang masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang diduga berjumlah lebih dari sepuluh orang dan berasal dari daerah YYS.

Kasus ini menjadi sorotan masyarakat karena melibatkan hubungan keluarga dan aksi kekerasan yang keji. Polisi memastikan akan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor STTLP/B/63/XI/2025/SPKT/POLSEK PEDURUNGAN/POLRESTABES SEMARANG/POLDA JAWA TENGAH,
atas nama Khayla Junieka Putri binti Sunardjo (adik korban),
yang melaporkan peristiwa pengeroyokan pada Minggu, 2 November 2025 pukul 21.30 WIB di Jl. Inpeksi RT 008 RW 023, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, sesuai dengan Pasal 170 KUHPidana tentang pengeroyokan yang menyebabkan kematian.

(Red)

IRJEN P SANDI

IRJEN P SANDI

IRJEN P[OL ANDRY WIBOWO

IRJEN P[OL ANDRY WIBOWO

IRJEN POL IWAN KURNIAWAN

IRJEN POL IWAN KURNIAWAN

IRJEN IWAN KURNIAWAN

IRJEN IWAN KURNIAWAN

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,