Investigasibhayangkara.com,
PATI JAWA TENGAH – Satpolairud Polresta Pati menggelar pelatihan peningkatan kemampuan Relawan SAR Arnavat dalam pengoperasian mesin pemadam kebakaran (damkar) portable sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kecelakaan laut, khususnya kebakaran kapal, di Alur Sungai Silugonggo, Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut dipimpin oleh Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan, S.H., M.M., dan diikuti personel Satpolairud, awak Kapal KP IX-1016 Ditpolairud Polda Jawa Tengah, serta 20 anggota Relawan SAR Arnavat.

Kapolresta Pati Kombes Pol Sigit, S.I.K., M.H., melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan relawan dalam menghadapi berbagai potensi kecelakaan di wilayah perairan.
Menurutnya, kebakaran kapal menjadi salah satu risiko yang harus diantisipasi sejak dini karena dapat menimbulkan kerugian besar, baik dari sisi keselamatan jiwa maupun kerugian materi.

“Kami ingin seluruh relawan memiliki kemampuan dasar dalam melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran di kapal. Kecepatan dan ketepatan penanganan sangat menentukan,” kata Kompol Hendrik.
Ia menjelaskan, pelatihan tidak hanya berfokus pada pengenalan alat, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai prosedur keselamatan dan teknik penanganan kebakaran sesuai standar operasional.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai fungsi dan komponen mesin damkar portable. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti praktik langsung yang meliputi persiapan peralatan, pengoperasian mesin, teknik penyemprotan air untuk pemadaman, hingga penanganan gangguan ringan pada mesin.
“Setiap peserta harus memahami fungsi peralatan, cara penggunaan, hingga langkah-langkah penanganan apabila terjadi kendala saat alat dioperasikan. Dengan begitu, mereka dapat bertindak secara cepat dan tepat di lapangan,” ujarnya.
Kompol Hendrik menegaskan, kesiapsiagaan personel dan relawan harus terus ditingkatkan melalui pelatihan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan kemampuan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendukung penanganan keadaan darurat di wilayah perairan.
Ia juga menilai keberadaan Relawan SAR Arnavat memiliki peran strategis dalam mendukung tugas kemanusiaan, terutama saat terjadi kecelakaan laut di kawasan pesisir Kabupaten Pati.
“Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan sistem penanganan bencana yang cepat dan efektif. Kami berharap Relawan SAR Arnavat dapat menjadi tim quick response yang siap bergerak kapan saja untuk membantu masyarakat apabila terjadi kecelakaan maupun kebakaran kapal di wilayah perairan Kabupaten Pati,” pungkasnya.
Kegiatan yang didukung satu unit longboat dan satu unit mesin damkar portable tersebut berlangsung tertib, aman, dan lancar. Hasil pelatihan menunjukkan peserta mampu memahami fungsi, komponen, serta tata cara pengoperasian mesin damkar portable sesuai prosedur yang berlaku.
Yudhi Hms



