Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah akan menyalurkan sebagian dana negara yang saat ini tersimpan di Bank Indonesia (BI) ke bank-bank komersial untuk mengatasi ketatnya likuiditas. Jumlah dana yang akan dialirkan mencapai Rp200 triliun dari total simpanan pemerintah di BI yang mencapai sekitar Rp430 triliun.
“Kami sudah melaporkan hal ini ke Presiden, dan meminta Bank Indonesia agar tidak menyerap kembali dana tersebut melalui operasi moneter. Tujuan kami mendorong penyaluran kredit produktif serta mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Purbaya, Jumat (12/9).
Selain itu, Menkeu juga membuka kemungkinan revisi terhadap APBN 2026 yang sebelumnya disusun pada masa kepemimpinan Sri Mulyani Indrawati. Proyeksi defisit sebesar 2,48% dari PDB dan kenaikan pendapatan 10% bisa berubah mengikuti arahan Presiden.
“Revisi tentu mengikuti program pemerintah, tetapi disiplin fiskal akan tetap dijaga sesuai ketentuan defisit maksimal 3% PDB,” jelasnya.
Purbaya juga menyatakan keyakinan bahwa target pertumbuhan ekonomi hingga 8% bukan hal mustahil, meskipun diakui membutuhkan dukungan investasi swasta, belanja pemerintah yang efektif, serta stabilitas makroekonomi.
Namun, pernyataan optimistis ini mendapat respons beragam. Sejumlah analis menilai target tersebut ambisius, sementara sebagian publik mengkritisi ucapan Menkeu yang dianggap kurang sensitif terhadap aspirasi masyarakat.



