SEMARANG — Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang membatalkan proyek pekerjaan Laston Lapis Aus (AC-WC) Terpasang senilai lebih dari Rp14 miliar yang sedianya dikerjakan pada Desember 2025. Proyek tersebut sebelumnya telah dimenangkan oleh CV Workaholic Indonesian Strategic melalui proses lelang.
Namun, hingga akhir tahun anggaran, proyek tersebut dinyatakan gagal berkontrak. DPU Kota Semarang selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tidak memberikan penjelasan rinci terkait alasan pembatalan tersebut.
Kepala DPU Kota Semarang melalui Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian, Adityo Gineung Pratidina, membenarkan bahwa proyek tersebut tidak jadi dilaksanakan.
“Iya betul, tidak jadi berkontrak,” ujar Adityo saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, Senin (29/12).
Pembatalan proyek ini menuai kekecewaan dari sejumlah pihak. Koordinator Lapangan CV Dunia Indah Jaya, Fajar Ari Yahya, menyayangkan kinerja DPU Kota Semarang dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kota Semarang yang dinilainya tidak profesional dalam menangani proses lelang hingga pembatalan proyek.
Menurutnya, CV Dunia Indah Jaya telah menempuh berbagai upaya resmi, termasuk mengajukan sanggah banding, namun tidak mendapatkan respons yang serius dari pihak terkait.
“Seandainya sanggah banding kami direspons dengan baik, kami yakin proyek ini bisa tetap berjalan dan masyarakat bisa menikmati jalan baru yang mulus saat tahun baru. Namun faktanya, sejak awal proses di DPU dan PBJ Setda Kota Semarang sudah tidak beres,” ujarnya.
Fajar juga meminta Wali Kota Semarang untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap DPU Kota Semarang dan PBJ Setda Kota Semarang. Ia menilai pembatalan proyek ini telah merugikan banyak pihak.
“Yang dirugikan bukan hanya kami, tapi masyarakat luas. Wali Kota Semarang juga dirugikan karena ini berkaitan langsung dengan kinerja pemerintahannya. Anggota DPRD Kota Semarang yang daerah pemilihannya menjadi lokasi proyek juga dirugikan karena aspirasi masyarakat tidak terealisasi,” tegasnya, Rabu (31/12).
Sebelumnya diberitakan, PBJ Setda Kota Semarang menetapkan CV Workaholic Indonesian Strategic sebagai pemenang lelang, meski terdapat potensi kerugian negara sekitar Rp1,6 miliar. Hal ini disebabkan CV Dunia Indah Jaya berada di peringkat pertama dengan penawaran harga terendah sebesar Rp11.057.895.238,43, namun justru perusahaan dengan peringkat ketiga dan penawaran lebih tinggi sebesar Rp12.719.762.780,30 yang ditetapkan sebagai pemenang lelang.









