Tiakur, investigasibhayangkara.com~ PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR), perusahaan tambang yang beroperasi di Desa Lurang, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program magang bagi 10 peserta asal Kabupaten MBD yang sebelumnya telah menyelesaikan pelatihan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon.
Program kerja lapangan ini merupakan hasil koordinasi antara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten MBD dengan pihak BKP-BTR. Melalui program tersebut, para peserta diberikan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan melalui praktik langsung di lingkungan kerja perusahaan.
Para peserta mulai mengikuti program magang di BKP-BTR sejak 20 September 2026. Sebelum memasuki tahapan on the job training (OJT) pada departemen masing-masing, peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan mengenai keselamatan kerja serta keterampilan dasar yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja.
General Manager Operation BKP-BTR, Jimmy Bob Suroto, mengatakan dukungan perusahaan terhadap program magang tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen BKP-BTR dalam membangun hubungan dan kolaborasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten MBD, khususnya instansi terkait.
“Semoga pelatihan magang yang diberikan dapat meningkatkan kompetensi setiap peserta dan menjadi motivasi bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan terbaik, sekaligus meningkatkan daya saing mereka ke depan,” ujar Jimmy.
Sementara itu, Supervisor Learning & Development BKP-BTR, Agus Satari, yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa pembekalan diberikan sebagai bekal awal bagi peserta sebelum menjalani OJT di masing-masing departemen.
Menurut Agus, materi pembekalan mencakup pengenalan keselamatan kerja serta penggunaan peralatan standar yang umum digunakan di lingkungan kerja.
Pada aspek keselamatan kerja, peserta mendapatkan materi mengenai Lockout/Tagout (LOTO), Manual Handling, dan 5R. Sementara pada aspek teknis, peserta dibekali pengetahuan mengenai penggunaan hand tool, power tool, serta contamination control.
Agus mengatakan para peserta menunjukkan antusiasme selama mengikuti proses pembekalan. Sebagian materi yang diberikan, kata dia, merupakan pengetahuan baru bagi peserta sehingga proses pembelajaran berlangsung aktif dan interaktif.
“Peserta merupakan generasi muda dari Kabupaten Maluku Barat Daya. Mereka sangat antusias mengikuti pelatihan karena sebagian materi yang diberikan merupakan hal baru bagi mereka. Karena itu, kegiatan berlangsung cukup menarik,” kata Agus.
Salah satu peserta magang, Sabda Palindungan Yakob, turut mengapresiasi dukungan BKP-BTR terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pembekalan sebelum terjun langsung ke lingkungan kerja memberikan manfaat penting dalam mempersiapkan peserta menghadapi dunia kerja.
“Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan BKP-BTR. Kami senang karena perusahaan peduli terhadap program magang dari Kabupaten Maluku Barat Daya dengan mempersiapkan kami sebelum terjun ke pekerjaan sesungguhnya di lapangan. Kami dibekali dengan kemampuan dasar yang sangat bermanfaat,” ujar Sabda.
Ia berharap program magang dan pembekalan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak generasi muda MBD memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan memasuki dunia kerja.
Melalui program tersebut, BKP-BTR berharap kolaborasi dengan DPMPTSP Kabupaten MBD dan berbagai instansi terkait dapat terus diperkuat.
Selain mempererat sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan SDM lokal serta meningkatkan kesiapan generasi muda Kabupaten MBD dalam menghadapi dunia kerja.
Program magang ini sekaligus menjadi salah satu ruang bagi generasi muda MBD untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung, mengembangkan keterampilan teknis, serta memahami pentingnya penerapan keselamatan dan disiplin kerja di lingkungan industri. (JQ27)









