SD NEGRI 1 BINANGUN KOTA BANJAR , RESAH DI KIRIMI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS ( MBG ) TIDAK LAYAK KONSUMSI …

Investigasi BhayangkaraIndonesia.com — BANJAR – Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) , adalah Inisiatif Pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak anak sekolah dan kelompok rentan lain nya seperti ibu hamil dan menyusui demi meningkatkan Sumber Daya Manusia , serta mengatasi masalah gizi buruk dan stunting .

Program ini adalah bagian dari Visi Presiden PRABOWO SUBIANTO untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 . Dengan fokus peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat melalui pemenuhan gizi yang optimal .

Namun visi pemenuhan gizi yang optimal tersebut , di cederai dengan di temukan nya menu makanan tidak layak konsumsi atau basi , di SD NEGRI 1 BINANGUN Kota Banjar , pada hari Senin 4 Agustus 2025 . Penyalur Program MBG ini berasal dari SPPG ( Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ) Hegarsari , kecamatan Pataruman Kota banjar .
Dengan ID SPPG : WFPQMBD8 , di bawah naungan Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran , yang beralamat di Jalan Batulawang Tanjungsukur Kota Banjar .

Menyambangi SD NEGRI 1 BINANGUN , tim InvestigasiBhayangkaraIndonesia mendapatkan keterangan bernada kecewa dari pihak sekolah .

Kepala SD NEGRI 1 BINANGUN , Hinda klara melalui staf nya , Dani menyayangkan kejadian tersebut .

” Begitu paket di turunkan dari mobil pengantar MBG , sebetulnya sudah tercium aroma makanan basi . Paket tidak langsung kami bagikan , tapi kami cek terlebih dahulu satu per satu dan benar saja , tercium aroma tidak sedap dari paket makanan MBG itu ” .

Tenaga pengajar SD NEGRI 1 BINANGUN , yang enggan menyebutkan nama juga ikut menimpali .
” Aroma seperti bau makanan basi , tercium dari irisan sayur wortel dan waluh siam , setelah kami cicipi sedikit memang sudah basi bahkan berlendir ” .

Berdasarkan keterangan dari pihak sekolah tersebut , menu Makan Bergizi Gratis ( MBG ) yang di terima untuk di konsumsi ,sebanyak 136 porsi sesuai dengan jumlah siswa atau siswi yang ada. Menu terdiri dari Nasi , irisan wortel , irisan sayur labu siam , irisan bakso , perkedel tahu dan buah apel .

Mendatangi SPPG ( Satuan Pelayanan Gizi ) Hegarsari Pataruman , untuk meminta klarifikasi dan konfirmasi terkait permasalahan menu basi tersebut ,Tim media hanya di temui security dan menyatakan bahwa penanggung jawab SPPG sedang ke luar .

Menghubungi via pesan singkat Whatsapp , Erwin selaku pemilik dapur atau kordinator dapur SPPG Hegarsari beliau hanya memberi jawaban singkat .

” Iya , nanti saya sampaikan ke KA SPPI nya ” .

SPPI ( Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia ) , adalah orang dengan syarat tertentu yang telah lolos seleksi untuk mengikuti pendidikan selama ±3 bulan , Dan Kementrian Pertahanan RI sebagai penyelenggara program SPPI tersebut .
SPPI yang telah menyelesaikan pendidikanMemiliki tugas utama yaitu MEMIMPIN dan MENGELOLA PELAYANAN GIZI , serta BERTANGGUNG JAWAB ATAS TERSELENGGARA NYA PROGRAM MAKAN BERGIZI DI WILAYAH TUGAS MASING MASING .

” Terima kasih atas informasi nya , sebagai bahan Evaluasi bagi kami semua , hingga ke depan nya akan kami perbaiki lagi ” .

ujar Mutiara Verawati Lubis selaku KA SPPI di SPPG Hegarsari , melalui pesan singkat nya .

Sejati nya Program Makan Bergizi Gratis dari Pemerintah ini , benar benar harus di jalankan dengan penuh rasa tanggung jawab serta di laksanakan dengan rasa profesionalisme yang tinggi .
Terjadi nya menu makanan tidak layak konsumsi atau basi di Program MBG , adalah cerminan dari sebuah konsep kerja yang teledor tidak teliti dan terkesan di lakukan dengan cara ” yang penting tersaji “.

Lalu bagaimana jika menu tidak layak konsumsi itu terlanjur di nikmati oleh para siswa siswi sekolah dasar tersebut ?

” Jangankan anak anak , orang tua saja jika mengkonsumsi makanan basi , di pastikan ada resiko nya seperti sakit perut atau mengalami diare , tapi kok bisa terjadi makanan basi di MBG ya , setau saya dapur MBG itu ketat sekali , kata nya pake tenaga ahli segala ” .
seloroh R ( 41th ) , salah satu tokoh masyarakat yang bertempat tinggal di seberang SD NEGRI 1 BINANGUN ini .

Pihak SD NEGRI 1 BINANGUN pun berharap , agar kejadian serupa tidak terulang lagi .

” Lebih cermat lagi, lebih cek dan ricek lagi menyangkut urusan makanan , karena jika sampai makanan basi itu terkonsumsi oleh anak anak di sini , maka kami di pastikan akan sangat di repotkan , orang tua siswa pasti protes nya ke kami .kami disini baru 2 minggu menerima Program MBG itu dengan jumlah siswa sebanyak 136 “.
pungkas salah satu seorang guru yang mengaku sudah lebih dari 20 tahun mengajar ini.

Memang, bila pengelolaan Program MBG di jalankan karena mengejar keuntungan besar semata, di pastikan Program inisiatif dari Pemerintah ini akan sia sia .
Program kerakyatan yang menggunakan anggaran negara begitu besar , seharus nya bisa langsung di rasakan dampak positif nya oleh masyarakat , sesuai dengan Visi Menuju Indonesia Emas 2025 yang di canangkan oleh Presiden Republik Indonesia , PRABOWO SUBIANTO .

Menu makanan tidak layak konsumsi atau basi yang di terima oleh SD NEGRI 1 BINANGUN Kota Banjar , dari Program MBG , melalui SPPG Hegarsari Pataruman , harus menjadi pembelajaran sangat penting , jangan sampai mencederai bahkan menodai Program Program kerakyatan yang sedang di jalankan oleh Pemerintah .

(A.zoel)

IRJEN P SANDI

IRJEN P SANDI

IRJEN P[OL ANDRY WIBOWO

IRJEN P[OL ANDRY WIBOWO

IRJEN POL IWAN KURNIAWAN

IRJEN POL IWAN KURNIAWAN

IRJEN IWAN KURNIAWAN

IRJEN IWAN KURNIAWAN

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,