Investigasi Bhayangkara Indonesia| Serang- Sehubungan dengan adanya berita beraroma tidak sedap yang mengatasnamakan Lembaga Badan Kenadziran Kesultan Maulana Hasanudin Banten (BKKMHB), Yaitu H. Tubagus Hasan Fuad beberapa hari yang lalu telah menyatakan di media massa online mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK2 sangat penting untuk diluruskan.
Menurut lawyer dan juga Sekretaris Jendral (Sekjend) Lembaga Pemangku Adat lembaga Badan Kenadziran Kesultanan Maulana Hasanudin Banten, H. Tubagus Amri Wardana,SH.MH menerangkan kepada awak media, bahwa statement H. Tubagus Hasan Fuad mendukung PSN PIK2 adalah bersifat pribadi, dan bukan atas nama lembaga Badan Kenadziran Kesultanan Maulana Hasanudin Banten, Rabu (18/12/2024).
Lanjut H. Tubagus Amri,selaku Ketua bidang advokasi BKKMHB menegaskan jika Lembaga Badan Kenadziran Kesultanan Maulana Hasanudin Banten sampai saat ini belum menyatakan sikap bersama mendukung PSN PIK2. Justru pihak dari lembaga BKKMHB meminta kepada Prabowo sebagai Presiden RI agar pemerintah untuk meninjau ulang kembali Proyek Strageis Nasional (PSN) PIK2. Karena PSN PIK2 jelas – jelas berdampak menyengsarakan masyarakat Banten.Dan bilamana ada yang mengaku mendukung PSN PIK2 itu berarti pernyataan dari pribadinya masing – masing.
“Saya selaku ketua advokasi dan Sekjen Lembaga Pemangku Adat Badan Kenadziran Kesultan Maulana Hasanudin Banten (BKKMHB), setelah kami mengkonfirmasi kepada ketua Dewan Pembina BKKMHB menyatakan bahwa apa yang telah dinyatakan oleh anggota Dewan Pembina BKKHMB yaitu H. Tubagus Hasan Fuad sesungguhnya itu adalah pernyataan pribadinya, dan tidak ada sangkut paut dengan lembaga BKKMHB. Agar menjaga jangan sampai terjadi Provokasi terhadap masyarakat kami dari lembaga BKKMHB menyatakan jika BKKMHB sampai hari ini pun belum mengambil sikap mendukung PSN PIK2,” pungkas Ketua advokasi dan Sekjen lembaga BKKMHB, Tubagus Amri Wardana. (YG).









