Polda Sulut Gelar Pencucian Pataka Maesa’an Waya, ini Maknanya

SUL-UT47 Dilihat

Fakta & Profesional

MANADO, investigasibhayangkara.com – Polda Sulawesi Utara menggelar upacara pemuliaan nilai-nilai luhur Tribrata, pencucian Pataka Polda Sulut “Maesa’an Waya”. Upacara dilaksanakan di aula Catur Prasetya Polda Sulut, Kamis (20/6/2024) dipimpin oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Yudhiawan

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Bahagia Dachi, para PJU Polda, para Kabag dan Kasubdit, perwakilan Pama, Bintara dan ASN Polda Sulut.

Dalam upacara tersebut, Pataka Polda Sulut “Maesa’an Waya” yang dibawa masuk ke tempat upacara oleh 9 personel Brimob, kemudian dibuka selubung pembungkusnya oleh Kayanma, selanjutnya dilakukan pembersihan oleh Kapolda dengan cara disikat, dipercikan air suci Watu Pinawetengan dan diberikan wewangian.

Setelah selesai, Pataka Polda Sulut kembali dibungkus dan dibawa keluar oleh pasukan Brimob, selanjutnya disimpan.

Kapolda Sulut melalui Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Michael Irwan Thamsil pun menjelaskan makna terkait pembersihan dan pencucian Pataka Polda Sulut.

“Membersihkan dengan sikat bermakna menghilangkan serta memperbaiki semua kekurangan yang terjadi dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga Polri kedepan semakin baik,” ungkapnya.

Memercikkan air yang bersumber dari air suci Watu Pinawetengan Minahasa lanjutnya, bermakna agar seluruh personel Polri memiliki semangat, motivasi, dan dedikasi yang tinggi dalam pengabdiannya kepada masyarakat bangsa dan negara.

“Sedangkan memberikan wewangian bermakna agar seluruh pengabdian Polri yang Presisi, membawa harum institusi Polri sehingga semakin dicintai dan dipercaya masyarakat,” pungkas Kombes Pol Michael Irwan Thamsil.

Kegiatan ini digelar rutin oleh Polda Sulawesi Utara menjelang peringatan Hari Bhayangkara tanggal 1 Juli. (Hendra)