Pulau Leti, investigasibhayangkara.com~ Dalam kegiatan Polri menanam jagung merupakan bagian dari program penanaman jagung serentak kuartal pertama yang digelar secara nasional oleh Kepolisian Republik Indonesia untuk mendukung program Swasembada pangan Nasional. Kapolres Maluku Barat Daya (MBD) AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K., melaksanakan kegiatan penanaman jagung pipil di lahan milik Kelompok Tani Fajar Desa Laitutun, Kecamatan Leti, Kabupaten Maluku Barat Daya, pada Rabu pagi (01/04/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di lahan milik kelompok petani binaan, dengan luas kurang lebih 2 hektar. Lahan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan Polsek Leti lewat program Kapolri yang seirama dengan program Bapak Presiden (Swasembada Pangan) dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Dalam kegiatan itu, Kapolres MBD menyampaikan, bahwa kami tidak hanya datang menanam jagung, tetapi juga memberikan bantuan bibit jagung Pipil serta perlengkapan pertanian kepada kelompok tani Fajar. Kehadiran Polri di tengah aktivitas masyarakat ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
Kemudian, disetiap Polsek yang berada di wilayah hukum Polres MBD sudah melakukan pendampingan bagi desa binaan untuk mendukung program swasembada pangan dengan menanam jagung dilahan yang mereka siapkan, kurang lebih 50 hektar, Ucap Kapolres.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Pulau Letti, Otniel Maulias menjelaskan, Ketahanan pangan di Pulau Letti, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), masih rentan terhadap cuaca dan keterbatasan transportasi laut. Untuk menutup celah itu, pemerintah kecamatan bersama aparat kepolisian serta penyuluh pertanian mulai menggarap lahan tidur serta menanam jagung sebagai sumber pangan lokal.
“Pemerintah MBD sangat mendukung program Ketahanan pangan di wilayah Kepulauan seperti MBD yang merupakan wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) menghadapi tantangan struktural”. Selain faktor geografis, distribusi logistik yang bergantung pada transportasi laut membuat pasokan bahan pangan tidak selalu stabil. Ujarnya
Maulias, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Kapolres MBD, termasuk inisiatif dalam membentuk kelompok tani sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam menyukseskan program swasembada pangan Nasional. (JQ87)



