Semarang, 19 Desember 2024 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah menggelar acara refleksi pemilu untuk meninjau pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2024. Acara ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi jalannya pemilu sekaligus memperkuat komitmen terhadap demokrasi langsung.
Bu Mei, Kepala Bidang SDM KPU Jawa Tengah, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh penyelenggara, terutama badan ad hoc yang telah bekerja keras dalam setiap tahapan pemilu. Namun, ia juga menyoroti kabar duka. Dalam rentang 26 hingga 28 Desember, enam anggota badan ad hoc meninggal dunia, terdiri dari dua petugas ketertiban dan empat anggota KPPS. “Tiga sudah selesai disantuni, sedangkan tiga lainnya masih dalam proses administrasi,” ujar Bu Mei, kamis (19/12/24).
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga netralitas penyelenggara. Salah satu anggota badan ad hoc yang terbukti mendukung salah satu pasangan calon diberhentikan tepat sehari sebelum pemungutan suara.
Sekretaris KPU Jawa Tengah, Arief Suja’i, menyoroti bahwa secara keseluruhan proses pemilu, mulai dari pendaftaran hingga penghitungan suara, berjalan lancar berkat kerja keras semua pihak. Namun, ia menekankan perlunya evaluasi berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan teknis dan sosial di lapangan.
“Logistik seperti surat suara telah melewati lima kali pengecekan ketat. Hal ini memastikan tidak ada kekurangan dalam distribusi. Namun, tetap penting untuk mengantisipasi masalah kecil agar tidak menjadi viral dan menciptakan kegaduhan,” ungkapnya.
Demokrasi Langsung Harus Dipertahankan
Arief juga menyinggung wacana pengembalian pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Ia menilai langkah tersebut berpotensi menjadi kemunduran demokrasi. “Pemilu langsung adalah wujud kedaulatan rakyat. Kita harus terus mempertahankan ini sebagai bentuk penghormatan kepada suara rakyat,” tegasnya.
Acara refleksi ini ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari penyelenggara pemilu, media, hingga masyarakat. “Keberhasilan pemilu adalah hasil kerja keras bersama. Tanpa sinergi semua pihak, tidak mungkin mencapai hasil seperti ini,” ujar Arief.
KPU Jawa Tengah berharap refleksi ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas pemilu mendatang, memastikan demokrasi di Jawa Tengah semakin kuat, transparan, dan terpercaya.
( Hardi)



