KMP Sektor Kelautan dan Perikanan adalah Solusi Nyata bagi Nelayan dan Masyarakat Pesisir di MBD

Tiakur, investigasibhayangkaraindonesia.com- Program Koperasi Merah Putih (KMP) dalam sektor kelautan dan perikanan diyakini sebagai solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

“Program ini dirancang untuk memutuskan mata rantai tengkulak dan rentenir yang membebani masyarakat kecil khususnya nelayan dan para pelaku usaha Perikanan. Oleh karena itu, Koperasi Merah Putih sektor Kelautan dan perikanan adalah solusi nyata bagi nelayan dan masyarakat pesisir,” ucap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan MBD, Herdy D. Ubro, dalam sambutannya pada kegiatan pelatihan yang berlangsung di Ruang Rapat DKP MBD, Jumat (13/6/2025).

Kegiatan bertajuk Memberikan Modul Pendidikan dan Pelatihan dengan mengacu pada contoh Manajemen koperasi yang baik bagi masyarakat Pulau Moa ini merupakan program Koperasi sektor perikanan yang sejalan dengan program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk membetuk 80.000 Koperasi Merah Putih di seluruh Desa.

Dikatakan, dalam pelatihan ini diikuti 8 orang perwakilan dari Koperasi Merah Putih yang ada di 7 desa 1 kelurahan, Kecamatan Pulau Moa.

“Dengan terbentuknya koperasi ini dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memperkuat perekonomian nasional secara keseluruhan,” ujar Ubro.

Kadis Kelautan dan Perikanan MBD ini juga katakan, Pemerintah kabupaten MBD lewat program Bupati Benyamin Th. Noach yaitu asuransi keselamatan jiwa bagi nelayan MBD, kesinambungan program pemerintah pusat dan daerah sangat peduli terhadap para pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan.

“Termasuk yang terlibat dalam penangkapan, budidaya, pengolahan, dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan,” katanya.

Dijelaskan pula, Koperasi Merah Putih fokus pada beberapa bidang utama yakni budidaya, penangkapan ikan (termasuk penjualan rumput laut), pemasaran, dan penyediaan toko serba ada untuk nelayan, terutama untuk mengatasi masalah perongkosan yang sering dihadapi nelayan.

Selain itu, Koperasi Merah Putih juga menyediakan solusi pembiayaan bagi nelayan, yang dapat mengakses biaya operasional melalui koperasi dan melakukan pembayaran setelah melaut.

Selanjutnya, untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir melalui akses permodalan, peningkatan hasil perikanan, serta pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

“Kehadiran Koperasi Merah Putih sektor Perikanan dan Kelautan diharapkan menjadi solusi nyata bagi nelayan dan masyarakat pesisir. Dengan akses yang lebih baik terhadap modal, peralatan, serta pasar, nelayan bisa lebih mandiri dan mendapatkan harga jual hasil tangkapan yang lebih adil,” tandas Ubro berharap.

Sementara itu, selaku Konsultan JICA Mr. Ryosuke Kandasan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah lewat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) MBD, yang mana telah menggelar kegiatan dalam suatu sinergitas yang baik antara DKP-MBD, KKP, BPPP Tegal-Ambon dan JICA.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkuat sistem manajemen koperasi Nelayan dalam mempromosikan pengembangan sistem koperasi nelayan / pembudi daya dan pengolah hasil perikanan, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat MBD,” katanya.

Dalam kegiatan ini menghadirkan Narasumber dari BPPP Ambon Poli Christian, dan BLU Tegal Yudi Hardian.

Turut hadir Camat Pulau Moa, Kepala Bidang Lingkup Dinas Perikanan MBD, Penyuluh Perikanan KKP Lusye Baker – Paulina Samkay serta tamu undangan lainnya. (JQ27)

IRJEN P SANDI

IRJEN P SANDI

IRJEN P[OL ANDRY WIBOWO

IRJEN P[OL ANDRY WIBOWO

IRJEN POL IWAN KURNIAWAN

IRJEN POL IWAN KURNIAWAN

IRJEN IWAN KURNIAWAN

IRJEN IWAN KURNIAWAN

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,