investigasibhayangkara.com
Jum’at , 17 Oktober 2025
Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh menerima kunjungan mahasiswa Program D3 Manajemen Perusahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala dalam kegiatan company visit, Kamis (16/10/2025).
Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai peran Bea Cukai dalam bidang kepabeanan, cukai, serta ekspor dan impor.
Rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Zein Husen Siregar, Kepala Subbagian Kepegawaian Kanwil Bea Cukai Aceh.
Dalam sambutannya, Zein menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap kegiatan ini dapat memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap peran Bea Cukai dalam mendukung perekonomian nasional.
Selanjutnya, mahasiswa mengikuti sesi pembekalan materi yang disampaikan oleh Muparrih, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat, yang juga bertindak sebagai mentor dalam kegiatan tersebut. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai aspek terkait tugas dan fungsi Bea Cukai, alur kepabeanan dan cukai, serta mekanisme ekspor dan impor di Indonesia.
“Kegiatan seperti ini penting untuk memperluas wawasan mahasiswa agar lebih memahami praktik dunia kerja, khususnya dalam konteks perdagangan internasional,” ujar Muparrih.
Sementara itu, Ketua Program Studi Manajemen Perusahaan, Ade Irma Suryani, menyampaikan terima kasih kepada Kanwil Bea Cukai Aceh atas penerimaan dan dukungan yang diberikan.
“Kami berterima kasih kepada Bea Cukai Aceh yang telah membuka kesempatan bagi mahasiswa kami untuk belajar langsung dari sumbernya. Ini menjadi pengalaman berharga dalam proses pembelajaran di bidang manajemen dan bisnis internasional,” ungkapnya.Kegiatan company visit tersebut berlangsung interaktif, dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa pada sesi tanya jawab seputar praktik kepabeanan, peluang ekspor bagi pelaku UMKM, hingga kebijakan pengawasan barang impor.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara dunia akademik dan instansi pemerintah semakin kuat dalam mendukung peningkatan kompetensi generasi muda, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan internasional.(***)









