SEMARANG – Bulan Mei 2026 menjadi momentum istimewa bagi relawan Bolonemase Indonesia Kota Semarang. Selain memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026, relawan Bolonemase juga merayakan hari jadinya yang ke-3.
Dalam momentum Idul Adha tahun ini, Bolonemase Indonesia Kota Semarang menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat Muslim yang membutuhkan di sejumlah wilayah Kota Semarang. Hewan kurban diserahkan melalui para koordinator di beberapa kecamatan dan didistribusikan ke sejumlah masjid.
Koordinator Bolonemase Indonesia Kota Semarang, Fauzi Ardiansyah, mengatakan bahwa kegiatan kurban tersebut merupakan bentuk peningkatan ketakwaan dan keikhlasan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS.
“Tahun ini Bolonemase Indonesia melaksanakan kurban di delapan kecamatan di Kota Semarang. Alhamdulillah, perayaan Idul Adha 2026 berdekatan dengan peringatan dirgahayu ke-3 Bolonemase Indonesia, sehingga kami kembali diberikan kesempatan untuk berbagi melalui ibadah kurban,” ujar Fauzi.
Ia menjelaskan, delapan ekor hewan kurban yang disembelih berasal dari swadaya para relawan Bolonemase Indonesia yang secara sukarela berkontribusi.
“Ini merupakan bentuk kepedulian nyata sekaligus semangat gotong royong yang terus kami jaga,” katanya, selasa (26/5).
Fauzi juga menyampaikan pesan Ketua Umum Nasional Bolonemase Indonesia, Kuwat Hermawan Santoso, bahwa kegiatan kurban bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga bagian dari komitmen organisasi dalam mengedepankan nilai religius, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama.
Menurut Fauzi, praktik kurban berbasis swadaya juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang kuat, khususnya dalam membantu peternak lokal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kurban menciptakan permintaan terhadap hewan ternak yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan peternak lokal. Selain itu, aktivitas seperti penyediaan pakan ternak, transportasi, hingga pengolahan daging turut membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, distribusi daging kurban juga membantu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial antara masyarakat kota dan desa.
“Program kurban tidak hanya bersifat konsumtif sesaat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendampingan peternak dan penguatan ekonomi desa,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah relawan Bolonemase Indonesia tidak hanya menyerahkan hewan kurban, tetapi juga ikut memasak dan membagikan bumbu sate kepada masyarakat guna mempererat kebersamaan. Daging kurban kemudian disalurkan secara merata ke sejumlah titik di Kota Semarang yang telah dipetakan sebelumnya.
“Ini mencerminkan bahwa Bolonemase Indonesia ingin selalu hadir bersama masyarakat dan menyatu dengan kehidupan sosial di tingkat akar rumput,” ujar Fauzi.
Beberapa warga penerima hewan kurban menyambut baik kegiatan tersebut. Warga Manyaran, Semarang Barat, Anang Ambon, mengatakan bahwa daging kurban nantinya dibagikan kepada warga sekitar Simongan Pasar BK yang berhak menerima.

“Kami menyampaikan terima kasih dan doa terbaik untuk kawan-kawan Bolonemase Indonesia Kota Semarang atas kepeduliannya kepada masyarakat,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan warga Semarang Utara, Willi dan Toro, yang mengapresiasi bantuan hewan kurban dari Bolonemase Indonesia.
Fauzi berharap jumlah hewan kurban yang dihimpun pada tahun-tahun mendatang dapat terus bertambah sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum untuk memperkuat nilai empati, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan tersebut, Bolonemase Indonesia Kota Semarang kembali menunjukkan perannya sebagai relawan yang aktif membangun solidaritas sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.(Hrd)



