Investigasibhayangkara.com,
Pati Jawa Tengah – Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati melaksanakan pengamanan kegiatan tradisi larung sesaji dalam rangka Sedekah Laut Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Banyutowo hingga perairan laut tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar.
Pengamanan dilakukan oleh personel Satpolairud Polresta Pati bersama Polsek Dukuhseti dan Pos TNI AL Banyutowo. Kegiatan budaya yang menjadi agenda rutin tahunan masyarakat nelayan ini diikuti oleh warga, tokoh masyarakat, panitia, serta para nelayan Desa Banyutowo.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, sambutan Ketua Panitia Sedekah Laut Sugiyono, pembacaan doa, hingga prosesi pemberangkatan larung sesaji ke tengah laut. Tradisi tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang menjadi sumber penghidupan mereka selama ini.
Untuk mendukung pengamanan, Satpolairud Polresta Pati menyiapkan satu unit perahu karet, tujuh buah life jacket, satu unit ring buoy, serta megaphone. Personel juga ditempatkan di area TPI, dermaga, dan perairan Banyutowo guna melakukan pengawasan serta memberikan imbauan keselamatan kepada masyarakat.
Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, S.H., M.M., mengatakan bahwa kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus upaya menjaga kelestarian budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Tradisi Sedekah Laut Banyutowo bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan warisan budaya masyarakat pesisir yang memiliki nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, kami hadir untuk memastikan kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan khidmat,” ujar Kompol Hendrik.

Menurutnya, pengamanan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga keselamatan seluruh peserta yang terlibat dalam prosesi larung sesaji di laut. Mengingat kegiatan melibatkan banyak perahu dan masyarakat, pengawasan dilakukan secara maksimal sejak persiapan hingga kegiatan selesai.
“Kami menempatkan personel di beberapa titik strategis, baik di dermaga maupun di jalur pelayaran menuju lokasi larung sesaji. Selain itu, kami juga melakukan pengawalan menggunakan sarana yang tersedia agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai prosedur keselamatan,” katanya.
Kompol Hendrik menjelaskan bahwa personelnya turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan alat keselamatan saat berada di atas kapal. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi kecelakaan di perairan.
“Kami terus mengingatkan masyarakat agar selalu memakai life jacket dan memperhatikan kapasitas angkut perahu. Keselamatan merupakan hal utama yang tidak boleh diabaikan dalam setiap aktivitas di laut,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, pemerintah desa, TNI AL, Polsek Dukuhseti, hingga masyarakat nelayan yang telah mendukung terciptanya situasi yang kondusif selama kegiatan berlangsung.
“Sinergi yang baik antara aparat keamanan, panitia, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengamanan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menjaga ketertiban sehingga acara dapat berjalan lancar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kompol Hendrik berharap tradisi Sedekah Laut Banyutowo dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Pati sekaligus menjadi sarana mempererat persatuan masyarakat pesisir.
“Kami berharap kegiatan ini terus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan masyarakat, menjaga tradisi leluhur, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas kelautan. Polri akan selalu hadir mendukung kegiatan positif masyarakat,” pungkasnya.
Yudhi
Hms



