Investigasi Bhayangkara Indonesia| Serang- Salah satu aktivis Banten, Oetjoe Gabriel Jauhar, geram dengan sikap Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Banten. Pasalnya, selama ini usulan sanksi dari temuan BPK tebang pilih. Usulan sanksi tersebut oleh BPK dikenakan hanya kepada Kepala Sekolah, padahal selain itu pelanggaran atau temuan BPK bukan Sekolah saja. Namun kenapa usulan sanksi temuan itu seakan ditargetkan semata untuk pihak sekolah??? Hal itu dikemukakan Oetjoe kepada awak media, (24/05/2025).
Menurut dia, sikap BPK itu tidak adil dan tebang pilih dalam menguslkan sanksi. Jika memang mau adil jangan beraninya mengusulkan sanksi temuan BPK hanya kepada Kepala Sekolah saja, tapi tidak berani mengusulkan sanksi terhadap OPD yang terkena temuan BPK di Pemprov Banten. “BPK beraninya mengusulkan sanksi temuan hanya kepada Kepala Sekolah, giliran ada temuan BPK di salah satu OPD Provinsi Banten malehoy kagak berani mengusulkan sanksi,” kata Oetjoe.
Lanjutnya, temuan BPK itu bukan pada Sekolah saja, di OPD Pemprov Banten juga banyak temuannya. Seperti dahulu kala ada temuan belanja pengadaan iklan di Setwan DPRD Banten yang lolos begitu saja tanpak dikenakan sanksi dan kabar pengembaliannya pun sampai sekarang belum jelas. Kini belum lama ini ada lagi temuan BPK di Dinkes Pemprov Banten yang sedang viral, yaitu temuan kerugian uang negara di APBD Rumah Sakit Cilograng, Labuan. “Jika tidak tebang pilih, apakah BPK Berani mengusulkan sanksi temuan terhadap Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Banten???” Tantang Oetjoe. (YG).









