Masyarakat Desa Ketap, Keberatan Pemasangan Plang oleh PT BRS

Berita Hari Ini163 Dilihat

Investigasibhayangkara.com~//- BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar rapat dengan manajemen PT Bangun Rimba Sejahtera ( BRS) dan masyarakat Desa Ketap, Kecamatan Jebus di OR I Setda Bangka Barat, Jumat ( 21/6/2024 ).

Pembahasan terkait penolakan warga desa setempat terhadap pemasangan plang larangan bagi masyarakat melakukan aktivitas di lahan yang dikelola PT BRS, perusahaan yang bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI).

Bahkan nama Bupati Bangka Barat, Sukirman sempat terseret dan disebut-sebut pro BRS.

“Sudah beredar di mana-mana bahwa bupati sangat pro dengan BRS, biasa lah tahun-tahun politik ini kan. Pertama ingin saya sampaikan adalah Bangka Barat ini maju sejahtera bermartabat. Kita tidak menutup untuk investasi tapi yang beradab,” ungkap Sukirman.

Dilanjutkan Sukirman “Maka setelah ada payung hukum kebijaksanaan dibutuhkan. Saya sudah minta kepada BRS karena bupati mulai disebut-sebut. Saya kepada Pak Deddy dan tim bupati pengennya mulai saat ini kegiatan apapun namanya tolong distop dulu,” ucap Sukirman.

Selain meminta BRS menghentikan aktivitas untuk sementara, ia juga meminta pihak perusahaan melakukan sosialisasi melalui kepala desa, camat bahkan Forkopimda agar komunikasi berjalan dengan baik.

“Dituturkan dengan sebaik-baiknya. Kebun masyarakat yang sudah ada jangan diganggu sampai masyarakat itu merasa nyaman dan keberadaan BRS dibutuhkan,” ucapnya.

Di lain pihak Direktur PT BRS Deddy mengatakan pihaknya sangat mendukung arahan Bupati Sukirman dan Wabup Bong Ming Ming untuk cam cooling down guna menciptakan suasana dan iklim yang kondusif.

“Program multi usaha BRS pro masyarakat dan sosialisasi akan tetap dilakukan secara paralel, melibatkan stakeholder setempat tingkat desa dan camat. Masyarakat desa yang setuju akan dimitrakan dan yang belum setuju akan dilakukan pendekatan lebih lanjut,” kata Deddy.-

(Rian IBI).