Investigasi Bhayangkara Indonesia | Pandeglang- Polda Banten menggelar Upacara Pembukaan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 di SPN Polda Banten, pada Senin (20/07).
Pendidikan tahun ini mengusung tema “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.” Tema tersebut menegaskan pentingnya membangun personel Polri yang berintegritas, bermoral, berpikir kritis, adaptif terhadap teknologi, serta mampu memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam mendukung tugas kepolisian.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Kepala Kesbangpol Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah, serta Pejabat Utama Polda Banten.
Dalam sambutannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan bahwa program pembentukan Bintara Polri Berkemampuan SPKT Tahun Anggaran 2026 akan dilaksanakan selama lima bulan.
“Program pembentukan ini akan berlangsung selama lima bulan, mulai 20 Juli hingga 16 Desember 2026. Sebanyak 249 siswa mengikuti pendidikan tersebut, yang terdiri dari 200 siswa asal Polda Metro Jaya dan 49 siswa asal Polda Banten,” ujarnya.
Selanjutnya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki membacakan amanat Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra S. menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik yang telah dinyatakan lulus seleksi dan berhasil mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri Berkemampuan SPKT T.A 2026.
“Saudara adalah putra-putri terbaik bangsa yang berhasil menyisihkan ribuan pendaftar. Jalani pendidikan ini dengan sebaik-baiknya sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Irjen Pol Hengki menjelaskan bahwa pendidikan pembentukan Bintara Polri Berkemampuan SPKT T.A 2026 secara Nasional diikuti sebanyak 4.792 peserta didik.
“708 Siswa Polwan mengikuti pendidikan di Sepolwan Lemdiklat Polri, sedangkan 4.084 Siswa Polki menjalani pendidikan di 31 SPN Polda di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Irjen Pol Hengki juga menjelaskan bahwa pendidikan tahun ini menggunakan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), yang berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan.
“Melalui kurikulum ini, peserta didik diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi mampu mengaplikasikan ilmu, menyelesaikan permasalahan, bekerja sama, serta menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Tribrata, Catur Prasetya, dan doktrin Tata Tentrem Kerta Raharja,” jelasnya.
Diakhir, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengingatkan tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh agar melaksanakan proses pendidikan secara profesional.
“Kepada seluruh tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh agar melaksanakan proses pendidikan secara profesional, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” tutupnya (Bidhumas/YG).









