Tim Charlie ROTR Polresta Manado Amankan Pelaku Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian

SUL-UT161 Dilihat

Fakta & Profesional

MANADO, investigasibhayangkara.com – Tim Charlie yang dipimpin oleh Kanit Resmob Polresta Manado, IPTU Putut Wiyono, berhasil mengamankan pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Pelaku berinisial SM (30), berhasil ditangkap pada hari ini, Jumat, sekitar pukul 10.00 WITA, setelah upaya pengejaran dan koordinasi intensif dengan Resmob Polres Halmahera Utara, Jumat tanggal 17 Mei 2024 sekitar pukul 10.00 Wita.

Penganiayaan tragis ini terjadi pada Rabu, 1 Mei 2024, sekitar pukul 03.00 WITA di Hotel Makapetor, Jln. Babe Palar, Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Wanea.

Pelaku yang berhasil diamankan adalah SM, seorang pria berusia 30 tahun, beragama Kristen, dan berdomisili di Desa Sawangan Jaga I, Kecamatan Tombulu. Saat ini, SM tidak memiliki pekerjaan tetap.

Korban dari peristiwa ini adalah Nadia Katrin Jacob, seorang perempuan berusia 20 tahun, beragama Kristen, dan juga berdomisili di Desa Sawangan Jaga I, Kecamatan Tombulu.

Menurut keterangan korban sebelum meninggal dunia, peristiwa bermula saat korban dan pelaku menginap di Hotel Makapetor. Pada sekitar pukul 03.00 WITA, korban menerima telepon dari salah satu teman perempuannya. Namun, pelaku yang cemburu, mengira telepon tersebut berasal dari seorang lelaki. Pelaku kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban dengan memukul mata kiri, lengan kiri, dan menendang bagian belakang tubuh korban berulang kali. Akibat penganiayaan ini, korban mengalami luka memar parah dan sempat koma selama lebih dari satu minggu sebelum akhirnya meninggal dunia.

Dijelaskan Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Sirait melalui Kasat Reskrim Kompol May Diana, Setelah menerima laporan kejadian, Tim Charlie yang dipimpin oleh IPTU Putut Wiyono segera melakukan penyelidikan. Informasi yang dikumpulkan mengindikasikan bahwa pelaku berusaha melarikan diri ke Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Halmahera Utara. Tim Charlie kemudian berkoordinasi dengan Resmob Polres Halmahera Utara dan berhasil menangkap pelaku di sebuah tempat kos di Kelurahan Gosoma, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Setelah penangkapan, pelaku dibawa kembali ke Manado untuk diproses lebih lanjut.

Dari hasil penyelidikan sementara, motif penganiayaan diduga kuat karena rasa cemburu yang berlebihan. Barang bukti yang ditemukan akan diserahkan kepada penyidik untuk mendukung proses hukum terhadap pelaku.

“Dengan tertangkapnya SM, diharapkan proses hukum dapat berjalan lancar dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya. Polisi terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib,” tandasnya. (Hendra)