๐๐ก๐ฉ๐๐ฆ๐ง๐๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐ฌ๐๐ก๐๐๐๐ฅ๐.๐๐ข๐ ,
๐ง๐ฎ๐ฝ๐ฎ๐ป๐๐น๐ถ ๐ฆ๐ฒ๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ป – Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) harus segera mengungkap dan melakukan tindakan hukum atas dugaan praktik illegal logging di wilayah desa Tolang Jae, kecamatan Sayur Matinggi, kabupaten Tapsel yang dinilai leluasa melakukan aktivitas di kawasan hutan.
Pelaku penebangan, pengangkutan maupun penjualan kayu tanpa izin yang sah tersebut secara terang-terangan melakukan kegiatan illegal logging ditandai dengan adanya rumah kayu yang diduga dijadikan sebagai tempat tinggal.
Dugaan praktik illegal logging itu berdasarkan hasil informasi dari warga yang menyebut leluasanya lalu lalang truk bermuatan kayu diduga hasil illegal logging dalam kurun waktu dua bulan ini melintas menuju arah kota Padangsidimpuan dan menurut amatan di lokasi kawasan hutan dimaksud didapati sebuah alat berat dan truk pengangkut serta potongan kayu bentuk balok sabun.
Salah seorang sumber mengungkapkan, para pelaku perambahan hutan seolah tidak takut akan ancaman hukuman yang akan menjerat mereka dan menyebut praktik illegal logging tersebut melibatkan peran seorang oknum kepala desa sehingga terkesan dibekingi dan adanya pembiaran dari pihak penegak hukum.
“Saya perhatikan sejak dua bulan ini, angkutan kayu leluasa melintas dari daerah desa Tolang Jae menuju arah Padangsidimpuan. Terkadang, dua sampai tiga mobil yang berangkat,” ungkap sumber yang belum berkenan namanya ditulis.
Kata dia, dugaan illegal logging tersebut dibekingi salah seorang oknum kepala desa inisial SO yang sengaja sudah memberi upeti ke sejumlah pihak untuk kelancaran praktik yang secara terang-terangan melanggar hukum. Sebab itu ia meminta pihak Polres Tapsel segera mengungkap dugaan tersebut.
Kapolres Tapsel, AKBP Imam Zamroni, SIK, MH saat dikonfirmasi berkaitan hal dimaksud langsung merespon dan memerintahkan penyidik untuk melakukan penyelidikan terkait informasi adanya dugaan praktik illegal logging tersebut.
“Terima kasih informasinya, untuk kami turunkan penyidik untuk laksanakan lidik terkait hal tersebut,” pungkas AKBP Imam.
(Nas)๐ฅ๐ฒ๐ฑ








