Tiakur, investigasibhayangkara.com – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di SD Negeri Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya, Senin (13/7/2026).
Kegiatan diawali dengan pertemuan bersama orang tua dan wali peserta didik baru yang dirangkaikan dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah, sebagai bentuk dukungan terhadap program yang mendorong keterlibatan ayah dalam mendampingi anak pada hari pertama masuk sekolah.
Kepala SD Negeri Tiakur, Tabita Tiau, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SD Negeri Tiakur.
Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung proses pendidikan, sekaligus memberikan pemahaman mengenai pelaksanaan MPLS Ramah sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Keberhasilan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan serta kerja sama yang baik dari orang tua,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Tabita Tiau memaparkan berbagai program sekolah, termasuk pelaksanaan MPLS Ramah yang berlangsung selama lima hari dengan materi dan jadwal mengacu pada pedoman kementerian. Orang tua juga diajak berperan aktif memberikan masukan sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelaksanaan MPLS pada tahun-tahun mendatang.
SD Negeri Tiakur saat ini menjadi salah satu sekolah dasar dengan jumlah peserta didik terbanyak di Kabupaten Maluku Barat Daya. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah tersebut memiliki 827 peserta didik, termasuk 140 siswa baru kelas I, yang didukung oleh 45 tenaga pendidik dan 4 tenaga kependidikan.
Meski demikian, pihak sekolah masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan ruang kelas, kebutuhan pembangunan aula sebagai ruang pertemuan, penambahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta pembangunan pagar sekolah untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar.
Selain memaparkan kondisi sekolah, Kepala SD Negeri Tiakur juga memperkenalkan sejumlah program unggulan yang akan diterapkan pada tahun ajaran baru. Program tersebut meliputi penerapan sistem wali kelas dan guru mata pelajaran bagi siswa kelas III hingga VI, pelaksanaan English Day setiap hari Jumat untuk membiasakan penggunaan bahasa Inggris di lingkungan sekolah, penerapan pembelajaran lima hari sekolah (Senin–Jumat), serta penggunaan sistem absensi daring sebagai bagian dari transformasi layanan pendidikan berbasis digital.
Dalam pengembangan minat dan bakat peserta didik, SD Negeri Tiakur terus memperkuat berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti marching band, pramuka, musik, olahraga, dan pembinaan atletik sebagai wadah pengembangan potensi siswa di luar kegiatan akademik.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, SD Negeri Tiakur berharap seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara nyaman, membangun karakter positif sejak dini, serta memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
(Diskominfo MBD)









